'
Pramita - inspirasi - 5 Tips mengasuh anak autis

5 Tips mengasuh anak autis


Gangguan spektrum autisme (autis) adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan perkembangan otak yang berdampak pada cara seseorang memandang dan bersosialisasidengan orang lain. Kondisi ini biasanya akan menimbulkan masalah dalam interaksi sosial dan komunikasi seseorang.
Gangguan ini juga mencakup pola perilaku yang terbatas dan berulang. Istilah “spektrum” pada gangguan spektrum autisme mengacu pada berbagai gejala dan tingkat keparahan.

Hal ini menjadikan membesarkan anak penyandang autisme tidak semudah membesarkan anak yang tidak menyandang autisme. Pasalnya, anak autis lebih asik dengan dunianya sendiri dan lamban dalam merespon komunikasi, sehingga membuat orang tua membutuhkan kesabaran lebih. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi anak penyandang autis.

1. Kenali karakter anak
Saat mengasuh anak dengan autisme, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter, psikolog, atau psikiater untuk membantu mengenali karakter anak masing-masing. Selain itu, di internet sudah banyak bacaan yang menjelaskan anak autisme. Orangtua bisa mempelajari juga lewat saran tersebut. Carilah informasi di koran atau majalah yang mencantumkan sumber dari ahli, serta dari situs kesehatan yang terpercaya.

2. Beri Dukungan dan Kasih Sayang
Perhatian dan cinta yang tulus akan mendorong semua anak, dengan atau tanpa autisme untuk tumbuh lebih baik. Anak akan merasa bahwa ia dicintai dan diinginkan apabila semakin banyak orang dalam lingkungan keluarga yang mencintai dan memperhatikannya.

3. Tegas dan Tidak Kasar
Anak dengan autisme memang hiperaktif dan memiliki dunia sendiri, sehingga tak jarang mereka melakukan perbuatan yang sesuai dengan keinginannya sendiri. Namun
Ketika mereka melakukan kesalahan, Orang tua harus tetap memberitahu bahwa apa yang ia lakukan adalah salah dan jangan sampai mengulanginya. Tapi harus diingat, tegas bukan berarti kasar.

4. Mencari Kegiatan Bersama
Sesekali, cobalah membawa anak pergi bersama-sama, atau melakukan aktifitas bersama seperti berenang, bermain atau menonton film. Jangan pernah malu pula untuk mengajak ia berkenalan dengan teman-teman.

5. Komunikasi
Ketika Anda memiliki anak dengan autisme, maka Anda harus lebih sering mengajaknya berkomunikasi ketimbang pada anak normal pada umumnya. Hal ini menjadi penting karena dengan berkomunikasi, otaknya akan terangsang. ⁣