'
Pramita - inspirasi - Rokok Lebih Berbahaya Pada Wanita

Rokok Lebih Berbahaya Pada Wanita


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada sekitar 1 miliar orang di dunia yang merokok, 200 juta di antaranya adalah perempuan. Hampir 1,5 juta di antara perempuan itu meninggal setiap tahun karena penggunaan tembakau.

Baik pada laki-laki maupun perempuan, merokok meningkatkan risiko berbagai jenis kanker mulai dari paru-paru, mulut, kerongkongan, laring, kandung kemih, pankreas, dan ginjal. Khusus pada perempuan, rokok juga menambah risiko kanker serviks.

Merokok juga mempengaruhi menstruasi, terutama gejala pramenstruasi yang parah dan peningkatan kram. Ini juga mempengaruhi kesuburan, menyebabkan keterlambatan atau tantangan saat hamil.

Merokok selama kehamilan membahayakan janin. Karbon monoksida yang ada dalam tembakau merusak jaringan janin, sementara nikotin menyebabkan detak jantung bayi meningkat.

Merokok mempercepat menopouse. Ini karena kandungan nikotin mengganggu suplai darah ke ovarium, sehingga mengurangi fungsinya memproduksi hormon estrogen.

Menghentikan merokok memang sangat sulit. Alangkah baiknya kita menguranginya sedikit demi sedikit. Jangan lupa untuk selalu memeriksakan kondisi kesehatan kita dengan rutin melakukan medical check up di Laboratorium Klinik Pramita.