'
Pramita - inspirasi - Panel Pemeriksaan Preeklampsia

Panel Pemeriksaan Preeklampsia


Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui terjadinya preeklampsia, antara lain :

  1. Tekanan Darah

Dikatakan hipertensi apabila ditemukan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Bila ditemukan kondisi ini, sebaiknya pemeriksaannya diulang 4-6 jam kemudian. Bila masih sama atau lebih tinggi, maka perlu diwaspadai terjadinya preeklampsia.

  1. Pemeriksaan Urine

Bila di dalam urine terdeteksi adanya protein dengan nilai : positif 1 atau 300 mg/24 jam, ini merupakan tanda terjadinya preeklampsia.

  1. Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan yang dapat dilakukan sebagai prediktor risiko terjadinya preeklampsia adalah dengan pemeriksaan sFlt-1 dan PIGF. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai apakah ada hambatan dalam aliran darah ke plasenta atau tidak. Bila nilai sFlt-1 meningkat dan PIGF menurun, maka ini menandakan adanya potensi mengalami preeklampsia. Dari hasil pemeriksaan, bisa diketahui Rasio antara sFlt-1/PIGF.


Rasio ini bertujuan untuk melihat onset preeklampsia.

Interpretasi hasil adalah :

  • Rasio sFlt-1/PIGF ≤ 38 : diprediksi dalam 1 minggu tidak mengalami preeklampsia.
  • Rasio sFlt-1/PIGF >38 - <85 (pada usia kehamilan <34 minggu) atau rasio sFlt-1/PIGF >38 - <110 (pada usia kehamilan >34 minggu) : diprediksi dalam 4 minggu akan mengalami gejala preeklampsia.
  • Rasio sFlt-1/PIGF ≥85 (pada usia kehamilan <34 minggu) atau ( sFlt-1/PIGF ≥110 (pada usia kehamilan >34 minggu, kemungkinan besar telah mengalami preeklampsia atau gangguan plasenta lainnya).

 

  1. Pemeriksaan Ultrasonografi

     Dengan pemeriksaan Ultrasonografi diharapkan dapat melihat dan memantau perkembangan janin dan bagaimana aliran darah ke plasenta.

 

Preeklampsia masih merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu hamil di seluruh dunia. Sehingga para ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Apabila ditemukan tanda dan gejala yang mengarah ke preeklampsia, maka bisa dilakukan tindak lanjut segera.

 

Penulis : dr. A. A. Ayu Trisna Purirani W. S (Dokter Konsultan Medis Laboratorium Klinik PRAMITA Jl. Cik Di Tiro No. 17 Yogyakarta)