'
Diagnosis Resistensi Insulin

DIAGNOSIS RESISTENSI INSULIN


Perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk menetapkan diagnosis resistensi insulin. Umumnya pemeriksaan yang dilakukan, berkaitan dengan diagnosis pre-diabetes dan diabetes.

 

Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan antara lain adalah :

 

  1. Hba1c
  2. Gula darah puasa
  3. Gula darah 2 jam post prandial / 2 jpp
  4. C peptide
  5. HOMA-IR (Homeostatic Model Assesment of Insulin Resistance).

Lebih Jauh Tentang Pemeriksaan HOMA-IR

 

Berbagai model telah diciptakan untuk mengestimasi adanya resistensi insulin. Salah satunya adalah Homeostasis Model Assessment insulin resistance (HOMA-IR). Model ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1985 oleh Matthews, dan memiliki korelasi yang kuat dengan teknik klem glukosa. HOMA-IR dirumuskan sebagai (insulin puasa (μU / mL) x glukosa puasa (mmol / L)) : 22,5. HOMA-IR rendah menandakan sensitivitas insulin yang tinggi, sedangkan HOMA-IR tinggi menunjukkan resistensi insulin yang tinggi.

 

Pemeriksaan HOMA-IR digunakan untuk mengetahui apakah terjadi resistensi insulin atau tidak. Resisten insulin bermakna apabila tubuh masih menghasilkan insulin tetapi insulin yang dihasilkan mengalami kecacatan sehingga tidak berfungsi sebagaimana seharusnya untuk membawa molekul glukosa darah masuk ke dalam sel otot untuk diubah menjadi energi.

 

Apabila terjadi resisten insulin, maka harus diketahui seberapa besar tingkat resistensinya, karena ini dapat menggambarkan terapi yang cocok untuk mengendalikan diabetes. Semakin besar resistensi, maka diperlukan terapi yang mampu membuat insulin tersebut menjadi sensitif.

 

Pemeriksaan untuk pemeriksaan resistensi insulin ini diperlukan persiapan puasa sebelumnya selama 10 – 12 jam sebelum diambil specimen dan bahan pemeriksaan yang diperlukan adalah darah dari pembuluh darah vena.

 

Penulis : Ira Puspita Sari, S.Tr.A.K (Manager Teknis Lab Klinik PRAMITA Cabang Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 95 Cirebon)