'
Pramita - inspiration - INGIN PUNYA KETURUNAN, KENAPA SUSAH YA ?

INGIN PUNYA KETURUNAN, KENAPA SUSAH YA ?


Memiliki keturunan setelah menikah tentu menjadi dambaan semua pasangan suami istri. Tetapi kesempatan memiliki anak segera setelah menikah ternyata tidak selalu dialami oleh semua pasangan. Ada pasangan yang segera dikaruniai nak tetapi ada pula yang membutuhkan waktu lama hingga bertahun-tahun sampai akhirnya mengalami kehamilan.

 

Tidak sedikit pasangan yang berusaha untuk mendapatkan keturunan terkecoh oleh informasi yang salah dan malah mempercayai mitos-mitos mengenai kesuburan yang belum tentu kebenarannya. Kira-kira, apa saja penyebab sulit hamil dan apa solusi yang tepat? Beberapa hal berikut ini mudah-mudahan bisa menambah informasi bagi pasangan suami istri yang sedang berusaha untuk mendapat keturunan. 

Infertilitas adalah suatu kondisi tidak tercapainya kehamilan dalam waktu 12 bulan pada pasangan subur dengan frekuensi hubungan seksual teratur tanpa proteksi. Infertilitas dapat dibagi 2, yaitu :  infertilitas primer dan sekunder. Infertilitas primer jika seorang wanita belum pernah hamil sama sekali, sedangkan infertilitas sekunder adalah bila seorang wanita pernah mencapai kehamilan setidaknya 1 kali. Infertilitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor dari pihak laki-laki maupun dari pihak wanita, bahkan 10% kasus tidak diketahui penyebab pastinya.

 

Berikut ini adalah beberapa kondisi kesehatan yang mungkin berpotensi membuat wanita susah hamil, diantaranya adalah :

 

  1. Gangguan ovulasi.

Siklus mentruasi menggambarkan ovulasi pada seorang wanita, rata-rata siklus menstruasi adalah 21-35 hari. Namun, wanita yang memiliki siklus ovulasi lebih lama dari 35 hari dianggap mengalami oligoovulation. Sementara itu, wanita yang tidak mengalami ovulasi sama sekali disebut anovulasi. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan timbulnya gangguan ovulasi adalah polycystic ovary syndrome (PCOS), premature ovarian failure, premature menopause, kelebihan hormon prolaktin, stress, dan berat badan berlebih.

 

  1. Kerusakan atau sumbatan tuba fallopi.

Tuba fallopi adalah saluran sel telur keluar dari ovarium untuk menuju rahim, dan tempat pertemuan sel telur dengan sperma, bila tuba fallopi rusak, maka sel sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur dan  menghalangi jalan telur yang telah dibuahi menuju rahim.

Kondisi yang sering menyebabkan masalah di tuba fallopi, yaitu penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease)

 

  1. Endometriosis

Ini terjadi saat jaringan endometrium yang biasanya tumbuh di dalam rahim justru tumbuh di luar rahim. Jaringan endometrium ini dapat tumbuh di ovarium, usus, tuba fallopi, dan bagian tubuh lainnya. Hal ini dapat menyebabkan gangguan sistem reproduksi.

 

  1. Merokok

Merokok dapat menyebabkan masalah kesuburan. Kebiasaan merokok ini bisa membuat indung telur menua dan menghabiskan pasokan telur di tubuh wanita. Tidak hanya pada perokok aktif, tetapi pada perokok pasif juga dapat mengalami hal yang sama. Pada pria, merokok dapat menurunkan jumlah sperma.

 

  1. Usia

Kualitas dan jumlah sel telur wanita semakin menurun seiring bertambahnya usia, karena itu terdapat batas usia seorang wanita bisa hamil. Meskipun masih bisa memproduksi sel telur sepanjang usia 30 hingga 40 tahun, tetapi cadangan ovarium terus menyusut dengan cepat.

 

  1. Faktor genetik

Meskipun masalah kesuburan tidak selalu dikaitkan dengan penyakit keturunan, tetapi faktor keturunan mungkin saja terjadi. Misalnya wanita yang mengalami menopause dini biasanya memiliki ibu dengan riwayat yang sama.

 

Itulah beberapa faktor yang diketahui berkaitan dengan masalah infertilitas. Setelah mengetahui penyebab ketidaksuburan tersebut diharapkan bagi pasangan suami istri tidak lagi terbawa informasi yang salah.

 

Bagi pasangan yang sedang berusaha untuk segera memiliki keturunan sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mengetahui apakah ada diantara faktor-faktor yang disebutkan diatas menjadi kendala dalam mencapai kehamilan. Tidak semua masalah kesuburan menunjukkan gejala sehingga pemeriksaan sedini mungkin dapat membantu pasangan dalam mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

 

Jangan ragu untuk datang ke fasilitas kesehatan dan melakukan konsultasi. Anda bisa melakukan serangkaian tes yang dilakukan oleh dokter untuk mencari tahu kendala apa yang kira-kira menjadi masalah bagi anda dan pasangan anda.

 

Penulis : dr. Luh Ayu Krisnayanti Darma. (Dokter Konsulen Medis Pramita Jl. Pajajaran No. 86 Bandung)