• Excellent Service

    Kami Menyajikan Berbagai Keunggulan dan Pelayanan Prima Untuk Kepuasan Anda.








  • Excellent Technology

    Dukungan Teknologi Terbaru, Terlengkap Dan Tercanggih di Kelasnya.








  • Excellent Diagnosis

    Standar Mutu Internasional Adalah Panduan Kami Dalam Setiap Langkah Pemeriksaan.


Layanan Personal

Dapatkan layanan pemeriksaan Medical Check Up yang sesuai untuk Anda

Layanan Korporasi

Pelayanan yang professional dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Perusahaan

Layanan Home Service

Dapatkan pelayanan home service yang memberikan kemudahan dan kenyamanan


Inspirasi Sehat

Temukan berbagai berita kesehatan terkini sumber inspirasi Anda dan keluarga.

Waktu Terbaik Mendapatkan Sinar Matahari

Di negara tropis seperti Indonesia, sinar matahari bisa didapatkan sepanjang tahun. Tapi ingat, bukan berarti kita bisa berjemur kapan saja. Ada waktu-waktu terbaik untuk mendapatkan sinar matahari. Manfaat sinar matahari, terutama untuk sintesis vitamin D, bisa didapatkan apabila kita terpapar dalam durasi yang wajar. Sebab, jika berjemur secara berlebihan, kita justru akan mengalami peningkatan risiko luka bakar, hingga kanker kulit.

Sebenarnya, ada dua jenis cahaya matahari yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh manusia, yakni sinar ultraviolet A dan ultraviolet B. Sinar ultraviolet A tidak dibutuhkan oleh manusia, bahkan seharusnya dihindari karena terpapar sinar matahari ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit keriput dan kanker kulit.

Ultraviolet A umumnya adalah cahaya matahari yang muncul pada jam 05.30 pagi hingga 07.00 pagi, atau tepatnya saat matahari mulai beranjak naik dan gelombang cahaya matahari sedang panjang. Ultraviolet B bisa Anda dapatkan saat sinar matahari naik, yakni sekitar jam 10.00 pagi hingga 15.00 siang.

Selain itu, sebuah penelitian lain mengungkapkan alasan bahwa waktu terbaik untuk mendapatkan sinar matahari adalah siang hari. Sebab, pada waktu tersebut risiko kanker kulit jenis cutaneous malignant melanoma (CMM) tergolong paling rendah.
Walapun berjemur sangat baik untuk kesehatan tulang, maka akan lebih sempurna jika Anda rutin memeriksakan kepadatan tulang di Laboratorium Klinik Pramita. Silakan hubungi cabang terdekat untuk info lebih lanjut.

Gaya Hidup Pemicu Kanker Payudara

Angka kematian dari penderita kanker payudara semakin meningkat, terakhir istri dari pesohor Hollywood John Travolta, Kelly Preston meninggal dunia di usia 57 tahun setelah 2 tahun berjuang melawan kanker payudara. Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof DR Dr Aru W Sudoyo SpPD KHOM FINASIM FACP, menjelaskan bahwa ada tiga garis besar faktor risiko seseorang menderita kanker.

Keseluruhannya bersumber dari lingkungan.
Hal yang paling banyak mejadi pemicu kanker payudara adalah asap rokok. Rokok tembakau dan asapnya mengandung sekitar 70 zat yang diduga dapat memicu kanker, di antaranya nikotin, karbon monoksida, amonia, arsenik, benzena, timah, hingga hidrogen sianida. Hal inilah yang membuat para wanita perokok, baik perokok aktif maupun perokok pasif, berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Selain itu ada beberapa gaya hidup yang perlu diwaspadai oleh masyarakat karena dapat memicu pengembangan sel kanker dalam tubuh. Seperti penggunaan alat kontrasepsi untuk sengaja menunda kehamilan, hingga akhirnya hamil pertama diatas usia 35 tahun. Hal ini banyak dilakukan oleh pasangan muda terutama kaum yang dikatakan milenial. Seolah ini menjadi tren di kalangan anak muda.

Selanjutnya, tidak menyusui setelah melahirkan juga dapat memicu mutasi gen yang ada di payudara wanita paska melahirkan menumpuk dan akhirnya memicu kanker payudara terjadi. Faktor lain yang banyak menjadi pemicu kanker payudara adalah kegemukan/obesitas dan sering mengkonsumsi minuman beralkohol.

Selain menerapkan pola hidup sehat, upaya untuk mengetahui lebih dini kondisi kesehatan kita melalui pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan.
Kunjungi Pramita Lab terderkat untuk mendapatkan informasi mengenai pemeriksaan kanker payudara.


Berita & Kegiatan

Berita terkini tentang kegiatan yang dilakukan oleh Pramita Lab
Blog post

Pada hari Selasa, 28 Juli 2020, bertepatan dengan Hari Hepatitis Sedunia (Worlds Hepatitis Day), Lab. Klinik PRAMITA cabang Palembang memberikan edukasi kesehatan kepada karyawan dan pensiunan PT. Telkom Indonesia wilayah SUMBAGSEL melalui virtual Zoom.

Narasumber pada edukasi kesehatan tersebut adalah dr. Hilwa, dengan materi "Kenali dan Cegah Penyakit Hepatitis".
Pada kesempatan yang sama Lab. Klinik PRAMITA Cab Palembang, turut berbagi informasi program promo paket pemeriksaan Hepatitis dalam rangka Hari Hepatitis Sedunia yaitu keringanan biaya s/d 25% yang berlaku sampai 15 Agustus 2020 diseluruh cabang Lab. Klinik PRAMITA.

Diharapkan edukasi ini dapat memberikan kesadaran kepada seluruh peserta/masyarakat untuk dapat lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penyakit Hepatitis

 

31

Jul 2020

Blog post

Cinta sejati adalah sebuah keikhlasan, layaknya pengorbanan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Keikhlasannya diganti oleh Allah SWT dengan begitu banyak berkah. di saat pandemik ini, mari satukan tekad untuk berbagi kepada sesama dan tingkatkan solidaritas kepada sesama. Semoga Allah selalu mengampuni dosa kita. Selamat Idul Adha.

Blog post

Hari Hepatitis Sedunia (Worlds Hepatitis Day) merupakan momen dalam memperingati kepedulian warga dunia terkait keprihatinan akan penyakit hepatitis.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan 28 Juli sebagai Hari Hepatitis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengertian warga dunia tentang Hepatitis.

Data WHO menyatakan, virus Hepatitis menginfeksi 400 juta penduduk dunia atau 10 kali lebih banyak dari orang yang terinfeksi HIV.

Yuk, sayangi tubuh kita, dengan terapkan gaya hidup sehat, pola makan dan minum yang baik, tidak tidur terlalu malam hingga melakukan pencegahan dengan melakukan vaksin dan check up kesehatan secara rutin.
Manfatkan keringanan biaya dalam rangka world hepatitis day di #LaboratoriumKlinikPRAMITA di kota anda.

Selamat Hari Hepatitis Sedunia !