BANGSA YANG SEHAT DARI IBU YANG SEHAT
Oleh : Arie Fitriani Hasanah, dr
Ibu memegang peranan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa. Seorang ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat, menuju keluarga yang sehat, bangsa yang sehat. Sehingga dapat dikatakan ibu merupakan pilar pembangunan bangsa.
Untuk menjadi seorang ibu yang sehat memerlukan persiapan yang matang baik fisik maupun psikis. Hal ini dimulai pada saat seorang wanita merencanakan kehamilan maupun pada saat hamil dan menyusui.
SEBELUM KEHAMILAN
Sebaiknya rencanakanlah kehamilan dan persiapkan kondisi untuk menyambut kehamilan. Idealnya, akan lebih baik bila seorang wanita mempersiapkan dirinya untuk menyambut kehamilan sejak 3-6 bulan sebelumnya, agar tubuhnya siap untuk menerima tumbuh kembang bayi dalam rahimnya. Sebelum merencanakan kehamilan ada baiknya seorang ibu memperhatikan hal-hal berikut :
Usia
Sebaiknya seorang wanita hamil sebelum usia 30 tahun, idealnya antara usia 20-25 tahun, karena di usia ini perempuan sudah dianggap matang baik dari sisi fisik, emosi, kepribadian, maupun sosial.
Berat Badan
Kontrolah berat badan setidaknya 6 bulan sebelum merencanakan kehamilan, hindari diet dimasa kehamilan, karena pada masa kehamilan tubuh memerlukan banyak nutrisi.
Penggunaan Alat Kontrasepsi
Bila menggunakan alat kontrasepsi (KB) terutama pil, berhentilah menggunakan alat KB setidaknya 6 bulan sebelum merencanakan kehamilan untuk mengembalikan siklus tubuh menjadi normal kembali. Tunggulah minimal 3 siklus menstruasi untuk merencanakan kehamilan.
Pemeriksaan Riwayat Reproduksi dan Riwayat Kelainan Genetik Keluarga
Lakukanlah pemeriksaan medis sebelum merencanakan kehamilan, biasanya pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah, termasuk di dalamnya pemeriksaan golongan darah, hemoglobin dan rhesus factor, screening TORCH, hepatitis B, tuberculosis, HIV, penyakit menular seksual, dan pap smear. Konsultasikan dengan dokter bila memiliki riwayat penyakit seperti diabetes atau epilepsy, atau bila memiliki riwayat penyakit tertentu di dalam keluarga (misalnya hemofilia) untuk mengetahui resiko yang mungkin terjadi selama kehamilan atau pada bayi setelah dilahirkan
Gaya hidup
Hindari kebiasaan mengkonsumsi alkohol ataupun merokok, lakukan olahraga teratur seperti berenang atau jogging selama kurang lebih 20 menit setiap harinya agar stamina dan kondisi tubuh tetap terjaga
MASA KEHAMILAN DAN MENYUSUI
Pada saat seorang wanita hamil, beragam kesehatan fisik dan psikis perlu diperhatikan. Terapkanlah pola hidup sehat karena akan mempengaruhi kesehatan bayi dalam kandungan.
Pola makanan yang sehat
Untuk kesehatan fisiknya, ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang bergizi dengan menu seimbang yang mencakup karbohidrat protein, lemak, mineral, zat besi, dan yodium
agar kondisi ibu dan bayi sehat. Makanlah 5 atau 6 kali sehari dengan porsi kecil dan hindari diet selama masa hamil, minumlah vitamin setiap hari, hindari kafein, alkohol, rokok, dan obat-obatan kecuali atas anjuran dokter kandungan anda, serta hindari paparan zat-zat kimia yang dapat mempengaruhi kehamilan.
Aktivitas fisik dan olahraga
Lakukanlah aktifitas sehari-hari seperti biasanya selama masa kehamilan, hal ini dapat membantu mempertahankan stamina dan kondisi fisik terutama pada saat melahirkan. Lakukanlah olahraga secara teratur, konsultasikanlah dengan dokter untuk memilih olahraga yang tepat selama masa kehamilan.
Hindari Stress
Untuk kesiapan psikis, seorang ibu hamil memerlukan dukungan dari suami dan keluarganya. Hindarilah strees dan cobalah berfikir positif tentang berbagai hal agar kondisi ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat, lakukanlah hal-hal kecil yang menyenangkan terutama saat bersama suami atau keluarga, misalnya mendengarkan musik sambil mengelus perut ibu.
Periksakan Kehamilan Secara Teratur
Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur agar ibu dan bayi yang dikandungnya sehat minimal 4 kali selama kehamilan. Idealnya tiap bulan sampai kehamilan 28 minggu, tiap 2 minggu sampai kehamilan 36 minggu, tiap 1 minggu sampai kehamilan 41 minggu dan 2 kali perminggu sampai kehamilan 42 minggu.
Pemberian ASI eksklusif
Lakukanlah Inisiasi Menyusui Dini (IMD) segera setelah melahirkan, kandungan kolostrum dalam ASI dapat memberikan antibody pertama untuk bayi. Berikan ASI saja selama 6 bulan pertama untuk mendapatkan manfaat pertumbuhan fisik yang sempurna, perkembangan kecerdasan yang pesat, hingga kematangan emosional seorang anak, yang akan terpacu melalui pemberian ASI eksklusif.
Bagi seorang ibu, pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatan ibu karena dapat menurunkan resiko terkena kanker rahim dan kanker payudara dan mempercepat kondisi ibu kembali ke masa prakehamilan.
Sumber :
1. Sobatsehat.com : Tentang Kesehatan Ibu dan Anak
2. Healthepic.com : Thingking About Motherhood
3. Mediaindonesia.com : Hidup Sehat Selama Kehamilan
4. Okezone.com: Tetap Sehat & Aktif Selama Hamil
5. RS Telogorejo (2009) :Mempersiapkan Kehamilan yang Sehat
6. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2009) :Wanita Perlu Pahami Kesehatan Reproduksi
